Ia Diet dan Berhasil Turun 51 Kg! Siapa Sangka "Cerita di Baliknya" Bikin Orang-Orang Terenyuh!

Khairani Windya atau panggilan akrabnya adalah Rani merupakan seorang gadis yang awalnya memiliki berat badan 128 kg. Namun kini berat badannya sudah turun drastis menjadi 77 kg aka hilang 51 kg hanya dalam 8 bulan.

Cerita yang Rani bagikan mengenai proses dietnya sungguh sangat menginspirasi banyak orang. Dia tidak segan-segan untuk membagikannya bahkan kepada orang yang tidak ia kenal. DM Instagramnya sering dibanjiri oleh pertanyaan-pertanyaan dari para netizen. Penasaran kayak apa, yuk kita simak bersama!

Sponsored Ad

Dari dulu Rani paling tidak suka dengan yang namanya olahraga. Waktu dulu zaman sekolah, saat yang lain pada senang ketika pelajaran olahraga tiba, Rani justru malah tidak suka. Rani bahkan sampai menegaskan kemalasannya untuk berolahraga di masa mudanya.

Sponsored Ad

Saking malesnya, setiap mau dites olahraga, Rani pasti akan mencari seribu satu alasan untuk menghindarinya dan gurunya itu sudah langsung paham dengan keinginannya itu. “Bahkan kalau soal nilai, aku biasanya nyogok ke gurunya. Hehehe… tambah Rani sambil tertawa,”

Selain malas berolahraga, kebiasaan ngemil dan makan junkfood terus menerus membuat berat badan Rani semakin cepat naik. Dan masa-masa yang paling parahnya adalah saat ia sedang kuliah.

Sponsored Ad

Waktu zaman kuliah, Rani punya makanan wajib setiap minggu untuk mengobati gairahnya. Itu adalah McDonalds, salah satu junk food yang tenar di kalangan anak muda. Sekali pergi ke gerai McDonalds, Rani mengaku bisa menghabiskan dua ayam, satu nasi, satu kentang, satu es krim McFlurry dan tentu minuman bersoda sebagai pelepas rasa hausnya. Fiuh! Hehehe…

Sponsored Ad

“Aku waktu kuliah di Jatinangor, wajib banget main ke kota buat makan McD. Dulu waktu ‘kan di Nangor nggak ada McD. Pokoknya setiap seminggu sekali aku harus ke sana. Setiap ke sana, berubahlah mood aku. Temen-temenku juga ngerti kalau aku marah atau lagi bete seharian, maka obatnya itu diajak ke McD,” kata Rani seraya mengeluarkan tawa kecil.

Cewek asal Bekasi tersebut menceritakan, waktu habis lulus kuliah, dia nggak berbeda jauh dengan fresh graduate pada umumnya. Pada satu waktu, dia berhasil lulus tahap awal rekrutmen sampai menjelang tahap akhir.

Sponsored Ad

Waktu menjelang tahap terakhir tersebut, para pesaingnya hanya tinggal tersisa sekitar 200 orang, tapi sayang, Rani nggak berhasil lolos. Menurut Rani, dia nggak lolos di tahap tes kesehatan. Kita semua pasti tahu sendiri kalau tes kesehatan itu biasanya ada di bagian akhir. Dari situ mulai ada benih-benih buat mengubah penampilan, khususnya di berat badan.


Sponsored Ad

Kemudian, beberapa bulan kemudian, tiba-tiba ada temannya yang mengajak gabung member di sebuah tempat fitnes terkenal. Setelah itu cerita berubah dan menurut pangakuan Rani, dalam seminggu dia bisa turun dua kilogram. Kemudian, pada minggu kedua dia bisa turun empat kilogram.


“Aku langsung bilang ke dia, ‘Gila lu!’. Tapi kemudian dia terus ngerayu. Mumpung murah, katanya. Waktu itu cuma Rp 200 ribu per bulan sepuasnya,” kata Rani.

“Awalnya aku pesimis sih kalau aku pasti bakal nggak suka. Tapi cerita berubah ketika aku ngejalaninnya. Ketika pertama kali nyoba, dalam hati berkata, ‘Kok enak ya?’ Capek sih, tapi kok enak ngerasainnya.”

Sponsored Ad

Terus dipikir-pikir, aku bisa nih turun banyak kalau dalam kurun waktu singkat itu saja bisa menurunkan berat badan,”

“Dulu, aku orangnya paling nggak suka dan sebel kalau disuruh diet. Aku nggak tersinggung kok ketika dibilang dan diledek tronton, tribun stadion atau sebutan-sebutan lain. Tapi aku bakal tersinggung kalau disuruh diet. Soalnya aku mikir, ya nggak apa-apa sih, badan-badan aku ini. Kalau diet mah tinggal nunggu sadar aja.”

Sponsored Ad

Selain rajin berolahraga, Rani juga berkata kalau mengatur pola makan sangatlah penting. Ia benar-benar membuang kebiasaan ngemil makanan yang tidak sehat bagi tubuhnya. Ia juga sudah berhenti makan junkfood dan mie instan, gorengan juga ya Sobat!

Sponsored Ad

Menurutnya, setelah kehilangan 50 kg lebih, dia merasa banyak hal yang menjadi lebih terbuka. Kesempatan kerja, tubuh nggak gampang gerah, nafas nggak susah dan lebih mobile tentunya.

Rani berkata, “Aku nggak bilang kalau gendut itu kesempatan kerja lebih kecil, tapi aku yakin kalau nggak gendut itu bisa jadi faktor yang cukup menguntungkan.”   

Kini, Rani terus berjuang buat mempertahankan berat badannya di tengah kesibukan kerja, sambil sesekali nge-gym pulang kerja. Rani juga menekankan, kita harus bertanggungjawab terhadap apa yang kita makan. Ketika kita makan banyak, maka kalori yang masuk pun tentu banyak.

“Kita harus tanggung jawab dengan itu.”

Sumber : hipwee