Nikah Karna Ingin, Bersama Karna Proses, Ini Kisah Pilu Dibalik Pernikahan!

[Standart Kebahagiaan], adalah sebuah film dokumentar yang diambil selama 8 tahun.

Selama 8 tahun ini, dia merekam kehidupan pernikahan 8 pasutri dan membuktikan, apakah hidup berumah tangga itu benar - benar bahagia seperti yang digambarkan? atau penuh dengan masalah?
Banyak yang dia dapati, mulai dari masalah mertua, anak - anak, bahkan dengan pasangan sendiri yang perilakunya tak bisa dimengerti

Sponsored Ad


Setiap orang, sebelum menikah, pasti melihat pernikahan itu adalah, [SEBUAH MOMEN TERINDAH] yang pernah terjadi di hidup mereka. Oleh karena itu, ketika hari pernikahan tiba, mereka akan pergi foto "pre-wed", berharap kalau itulah kenang - kenangan mereka, satu untuk selamanya, saling menjaga, saling mencintai, seakan - akan hidup bersama dengannya adalah hidup yang paling sempurna.

 

Mari kita lihat beberapa cuplikan foto di bawah ini :

Sponsored Ad

Foto di bawah terlihat bahwa pasutri ini sedang cekcok akan sesuatu.

Mereka sedang membicarakan permasalahan tentang anaknya, ditambah lagi suaminya yang setiap hari minum bir!

Istrinya gak ngerti, kenapa suaminya jadi begini?

Mendengar istrinya berkata demikian, suaminya menjawab dengan rasa bersalah,"Bukan gitu... Itu karna anak kita berisik, aku susah tidur, makanya minum biar tidurnya enakan."

Istrinya yang tak menerima alasannya, meneteskan airmatanya berkata,

Sponsored Ad

"Sejak anak kita lahir, aku sudah berusaha agar tidak menganggu kualitas tidurmu! Kenapa aku bisa secapek ini ya karna itu... Tapi aku berasa, apapun yang aku lakukan, bagimu itu hanya sebuah masalah!"

 

Ada 1 macam perjuangan kita, yang sebenarnya sia - sia,

Atau sebenarnya apapun yang kita perjuangan, bagi pasangan kita itu semua salah!

Ada 1 pasang lainnya juga memiliki masalah, namun cara mereka menyingkapinya berbeda.

Sponsored Ad

Suaminya melempar kursinya sampai hancur di depan istrinya! Kagetnya, istrinya tidak takut, malah berkata seperti ini,"Sekarang, kamu yang sedang melampiaskan amarahmu kepadaku, kamu yang sedang tak terkontrol, aku tahu kamu bukan marah ke aku, tapi kamu sedang memohon pertolonganku!"

Tentu saja, kita tidak ingin melukai orang yang kita cintai,

Sponsored Ad

Namun proses mencintai, itu bukanlah seperti dogeng belaka,

Ada proses yang harus kita jalankan untuk membangun "Keluarga yang Harmonis nan Romantis"
Tapi ingat, ingat ada yang sempurna...

"Pernikahan bukanlah kehidupan yang romantis! [Perang Dingin] Tidak akan menyelesaikan masalah apapun!"

"Cinta itu Mengebu - gebu, tapi Hidup Bersama, itu Proses"
"Partner, itu penting, kalau tidak, kamu akan hidup menderita selamanya!"
itulah beberapa kutipan penting, untuk mengantar kita masuk ke hidup pernikahan.


Setiap musim hidup kita, memang penuh perjuangan, komunikasi, dan pengorbanan.

Namun bukan bearti mustahil bagi kita, untuk mengerti dan belajar bagaimana kita harus MENCINTAI


Sumber : Micelle0926