Mantan Suami: "Sudah Janda, Siapa yang Mau?!" Siapa Sangka "Jawaban" Sang Mantan Istri Bikin Ia Bungkam!

Perceraian adalah topik yang selalu hangat untuk dibicarakan. Pasti kalian juga sering mendengar kabar perceraian dimana-mana. Ada banyak alasan mengapa sepasang suami istri pada akhirnya memilih untuk bercerai

Bisa saja karena salah satu dari mereka memiliki wanita/pria idaman lain, atau sifat dari salah satu pihak ternyata tidak cocok dan menimbulkan percekcokan setiap hari, atau karena masalah ekonomi, dan lain sebagainya

Sponsored Ad

Sandra dan Doni adalah sepasang suami istri yang bercerai karena percekcokan yang tak kunjung berakhir. Karena itulah, mereka akhirnya memutuskan untuk berpisah

Setelah bercerai, Doni pun meremehkan Sandra dengan mengatakan: "Wanita yang sudah bercerai dan menjadi janda, siapa yang mau?"

Sponsored Ad

Mendengar perkataan Doni, Sandra tak tinggal diam, ia menjawabnya dengan tenang dan bijak:

"Siapa juga yang butuh suami? Aku bisa masak, aku bisa cuci baju, aku bisa menghasilkan uang sendiri, aku bisa pergi belanja sendiri, aku bisa mengendarai mobil, aku bisa menikmati hidupku. Bersamamu, aku masih harus mencucikan bajumu, memasak, melakukan pekerjaan rumah dan menjaga keluarga.

Sponsored Ad

Dulu saat pacaran, kamu bertanya padaku: 'Jika aku tidak punya uang, tidak punya rumah, tidak punya harta berlimpah, tapi aku punya hati yang tulus, apakah kamu tetap mau bersamaku?'

Dan aku pun memilih bersamamu. Namun, jika pada saat itu aku bertanya padamu: "Jika aku tidak punya wajah cantik, pendek, hitam dan tidak punya pekerjaan. Apakah kamu masih mau bersamaku?"

Seketika itu juga, Doni terdiam dan perkataan Sandra itu terasa menampar dirinya…

Sponsored Ad


Orang bilang bahwa setelah bercerai, seorang duda bisa mencari wanita muda, sedangkan seorang janda hanya bisa mencari pria tua

Namun, pernahkah seorang pria menyadari, jika mereka mencari wanita muda, maka kehidupannya akan dikontrol oleh wanita tersebut. Sedangkan, jika seorang janda menikah dengan pria tua, maka ialah yang akan mengontrol keluarga. Dan, pada akhirnya siapa yang lebih bahagia?

Jangan pernah katakan bahwa seorang istri hanya bisa menghabiskan uang dan jadi  membandingkannya dengan istri orang lain, karena setiap orang tidak sama dan mereka memiliki kebutuhannya masing-masing.

Sumber: gigcasa